Sinta dan yang lainnya melihat kearah Anaya dengan tatapan penasaran. Bagaimana tidak? Anaya hari ini sangat lesu, tidak seperti sebelum-sebelumnya. Anaya tampak sedih dan tidak bersemangat hari ini. "Anaya, kenapa?" tanya salah satu karyawan kepada Sinta. "Biar gue yang samperin," sahut Sinta. Sinta mendekati Anaya, "Anaya ... kamu kenapa?" tanya Sinta khawatir. Anaya tersentak saat Sinta menyentuh pelan bahunya. "Eh ... gak apa kok, Sin," sahutnya. "Kamu sakit lagi?" tanya Sinta. "Gak, Sin." "Terus? Kok hari ini kamu seperti gak ada semangat hidup, sih?" canda Sinta agar Anaya tersenyum. Anaya tersenyum kecut, memang benar Anaya rasanya sedang tidak ada semangat lagi. Apalagi, mengingat dia akan dibawa pergi sama orang yang sama sekali tidak Anaya kenal. Gara-gara ulah Reza, Anay

