Resmi

1012 Kata

Leo berjalan mendekati ruangan seseorang yang lain tangan kanannya dengan sedikit tergesa-gesa. Perkataan dari neneknya sangat menguras pikirannya sendiri. Brak! Leo langsung saja mendobrak pintu masuk ruangan yang dia datangin tadi. Hal itu membuat seseorang yang sedang mengetik komputer terkejut dan secara kilat menoleh ke arah pintu. "Bos? A-ada apa? Ke-kenapa? Apa saya ada salah?" tanya orang itu gugup. "Vandi, maaf. Gue butuh bantuan," ujar Leo dengan nafas tersengal-sengal. "Bantuan?" beo Vandi. "Gue pengen lihat secara langsung orang yang gue cari. Dan Calvin bilang dia bekerja di Resto, gue." Vandi mengernyit bingung, "Kenapa bos gak langsung ke sana saja?" usul Vandi. "Gue gak pernah ke sana dan pasti akan membuat orang rada anehkan?" ujar Leo. Vandi mengangguk paham. V

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN