Anaya membulatkan pupil matanya sempurna. Sungguh Anaya terkejut mendengar penuturan wanita yang lumayan sudah berumur itu padanya. "Nona? Pradipta? Ma-maksudnya?" tanya Anaya ambigu. Soraya tersenyum lebar, "Orang yang disamping saya adalah orang yang akan menikahi kamu. Dia adalah pemilik dari restaurant tempat kamu bekerja, Leo Gio Pradipta," terang Soraya sembari menunjuk Leo yang berada disampingnya. "Tu-tuan Pradipta?" tanya Anaya. "Karena ayah kamu berutang besar dengan saya, sebagai gantinya kamu harus menikah dengan saya," sahut Leo datar. "Ta-tapi, saya akan bekerja keras tuan buat bayar hutang-hutang papa saya. Saya janji!," sahut Anaya meneteskan air matanya. Leo menatap heran pada Anaya, biasanya wanita atau gadis manapun bakal senang jika menikahinya, tapi Anaya sangat

