Suara tawa dari tempat Saphira dan teman-temannya membuat Kaisar dan Romeo melihat ke arah mereka. Keduanya memicingkan mata dan menajamkan pendengaran mereka. Mereka berdua mencoba mencuri dengar. Apa yang sedang mereka bicarakan sekarang. Hingga membuat suara tawa itu begitu nyaring dan terdengar sangat bahagia. “Menurutmu, mereka sedang membahas apa?” bisik Kaisar pada Romeo. Keduanya masih mengenakan kacamata hitamnya. Agar keberadaan mereka berdua tidak menjadi sorotan. “Entahlah, aku tidak bisa mendengar apa pun. Selain suara tawa dari mereka.” Romeo balik berbisik. Kini keduanya duduk begitu dekat. Saling menunduk—sesekali masih melihat ke arah Saphira. Seorang anak laki-laki baru saja datang. Dia melambaikan tangannya. Kemudian dengan segera berjalan menuju meja—dimana

