“Kau sudah melakukan tugassmu?” suara berat Kaisar terdengar sedikit cemas. “Sudah, Tuan, apa ada lagi yang harus saya lakukan?” Romeo menjawabnya dengan sangat sopan. “Tidak ada, aku hanya ingin memastikan semuanya man dan nyaman baginya. kau bisa meanjutkan pekerjaanmu!” Kaisar memintanya untuk segera keluar dengan halus. Romeo mengerti, dia pun keluar dan tidak lagi menyakan pertanyaan bodoh pada Tuan-nya itu. Di dalam ruangannya. Kaisar lagi dan lagi memandangi lukisan sepasang sepatu itu. Sampai detik ini, dia masih belum bisa menemukan siapa dia dan dimana rumahnya. Sudah bertahun-tahun berlalu. Tapi, dia masih juga belum menemukan satu pun petunjuk yang bisa membawanya dekat dengan pemilik lukisan itu. Kaisar mengeluarkan ponselnnya—mengamati wajah indah yang ada di layar po

