"Kalian berdua ... kalian berdua ..." Nyonya Besar Leonard gemetar karena marah saat dia menunjuk ke arah mereka. Dia tidak berharap Rafael menjadi begitu tegas. Dia mengenal putranya dengan sosok yang mematuhi perintahnya. Tetapi sekarang, Rafael melawannya! Jika dia terud mendesaknya maka Rafael tidak main-main dengan ucapannya. Dia melakukan yang terbaik untuk putranya tetapi Rafael tidak mengerti tindakannya. Tatapannya menjadi dingin saat dia menatap pria di depannya. Mata pria itu tampak tenang tapi serius. Memikirkan hal itu, Nyonya Besar Leonard menunjukan wajah sedihnya saat melembutkan ucapannya untuk membujuk putranya, “Rafael, aku telah merawatmu sejak kecil. Harapanku hanya ingin keturunanku sehat-sehat. Apa aku salah?” “Tidak salah jika mempunyai harapan yang baik

