Jangan Sakiti Dia

1871 Kata

Di ruangan gelap. Fiona membeku di tempat tidur sejak dari tadi. Melihat Fiona melemah, Rafael menjadi tertekan tetapi apa yang bisa dia lakukan? Wajah Fiona yang anggun memucat dan sembab. Dia tidak mampu mengendalikan emosinya saat dia harus memikirkan tindakan kejam suaminya. Dia tidak ingin membunuh anak yang sedang dia kandung. Fiona terus membelai perutnya sambil berkata dengan lirih. “Anakku, bisakah kau memberitahu mama, apa yang akan kita lakukan sekarang?” Fiona sangat putus asa saat merasa gerakan anaknya yang diam. Biasanya dia merasakan gerakan sesekali setiap harinya tetapi sekarang. Fiona merasa semakin sedih. “Anakku. Apakah kau marah pada Mama karena Papamu ingin mengambil hidupmu?” Air matanya kembali terurai saat dia berkata dengan berat, “Tapi sayang, kau harus t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN