“Bagaimana hari ini?” tanya Jeffry menghampiri istrinya yang kini duduk di sofa seraya menikmati kopi dan cemilan yang sudah di siapkan oleh Cely—ketua personalia—di rumah ini. Sarena menoleh melihat suaminya dan langsung membaringkan kepalanya diatas paha sang suami, Sarena mendesah napas halus dan berkata, “Nyaman sekali,” katanya. Jeffry tersenyum dan mengelus rambut Sarena, mengecupnya sesekali dan berkata, “Apa hari ini sangat berat?” “Iya, Mas. Sangat berat,” jawab Sarena. “Daddy menyuruh Kak Alvin dan Kak Regi untuk kembali ke luar negeri dan Kak Alvin marah besar karena merasa tak di anggap keluarga. “Lalu?” “Daddy tentu saja tetap keukeuh, keluargaku merasa sangat tertekan setelah kepergian Gepa,” jawab Sarena. “Aku sedih sekali, tapi yang namanya sesuatu itu, tidak bisa kita

