“Sayang, kamu kenapa?” tanya Jeffry duduk disebelah istrinya yang saat ini menekuri layar ponselnya. “Heem?” “Kamu kenapa? Sepertinya kamu kelihatan sangat gelisah.” “Aku tidak kenapa-kenapa, Sayang,” jawab Sarena lalu menaruh ponselnya. Namun, Jeffry tak percaya jika Sarena tidak kenapa-kenapa. Sejak tadi Jeffry sudah menyadari bahwa istrinya itu banyak diam dan tidak menikmati perjalanan. “Kamu butuh sesuatu?” “Aku hanya heran, sejak tadi kamu sepertinya kebanyakan diam.” Sarena tersenyum dan menggelengkan kepala. Sarena mengelus leher belakangnya dan berkata, “Sepertinya aku kelelahan.” “Kan ada Kasandra yang mengurus resto, kenapa harus kamu juga? Owner itu tidak ke resto pun tidak apa-apa,” kata Jeffry menatap istrinya. “Iya. I know.” Sarena mengangguk. “Tapi, aku butuh teman d

