“Ada apa, Bro?” tanya Koris menatap Jeffry yang saat ini mengelus dagunya. Ia sejak tadi diam saja dan tidak melakukan apa pun, bahkan ketika Koris menjelaskan tidak ada reaksi dari Jeffry. “Bro!” Koris dengan nada yang keras. “Heem?” “Kamu kenapa?” tanya Koris lagi. “Aku?” Jeffry menunjuk dirinya. “Oh. Aku tidak apa-apa.” “Jadi, sejak tadi kamu tidak mendengar apa yang aku jelaskan?” “Lanjutkan saja,” jawab Jeffry. “Kamu ada masalah?” tanya Koris sekali lagi. “Tidak ada.” Jeffry memperbaiki duduknya dan fokus pada dokumen didepannya. “Kalau ada masalah bilang, biar aku selesaikan,” kata Koris seraya membuka lembar yang ia jelaskan sejak tadi. “Aku sedang kepikiran Saren.” Akhirnya Jeffry mau menjawabnya. “Kamu kepikiran Saren? Apa yang kamu pikirkan tentangnya? Kenapa dia membua

