Sarena bangun dari pembaringannya dan melihat Jeffry masih ada di sampingnya, Sarena menautkan alis karena baru kali ini ia melihat suaminya ada di sampingnya sepagi ini, sementara pagi sudah menuinjukkan pukul 9. Biasanya Jeffry sudah tak ada di rumah. Sarena mengelus leher belakangnya dan bangun dari pembaringannya, ia duduk disebelah tubuh Jeffry dan menoleh melihatnya. Jeffry lalu menarik Sarena untuk kembali berbaring, Sarena membulatkan mata, Jeffry mengeratkan pelukannya, bahkan lengan Sarena bergidik karena bulu halus di sekitar d**a Jeffry. “Kamu tidak bekerja?” tanya Sarena dengan gugup. “Hari ini aku ada meeting di luar,” jawabnya. “Oh.” “Seperti ini sebentar saja,” katanya. Sarena memekik, ketika Jeffry menyentuh dua gundukan miliknya, Jeffry melepaskan tangannya dan men

