Efra membawa Arkana ke sebuh café yang letaknya tak jauh dari rumah sakit. Ia juga menyuruh beberapa pengawal untuk menjaga di luar kamar inap ibu Arkana. Dengan begitu Arkana menyetujui ajakan Efra untuk berbincang. Efra meminum kopi pesanannya dengan tenang, sedangkan Arkana sama sekali tak menyentuh minumannya dan hanya memandang Efra dengan tatapan penuh selidik. “Lama-lama anda bisa melubangi kepala saya dengan tatapan anda Tuan Arkana.” Kata Efra memergoki Arkana Arkana tetap awas dengan Efra. Bahkan secara terang-terangan ia menunjukkan kecurigaannya pada Efra. “Siapa kau? Siapa Elia? Apa hubungannya dengan Ibuku?” tanya Arkana beruntun. Efra membenarkan jasnya dan tersenyum tipis pada Arkana

