Honey - 22

1483 Kata

“Dari mana aja kamu?” Sebuah suara berat terdengar di gendang telinga Arken ketika pria itu baru saja menginjak anak tangga pertama menuju lantai atas. Masih dengan seragam sekolahnya anak lelaki itu memutarkan tubuhnya, menghadap ke arah sang Ayah yang berjalan mendekat. “Dari rumah temen, Pi. Arken berkata jujur, setelah menemui Laras sore tadi. Ia langsung menuju ke rumah Keenan untuk menitipkan sesuatu pada teman sekelasnya itu. Seperti layaknya sahabat yang tak bertemu lama, ia terbawa suasana hingga tak menyadari bahwa hari sudah gelap. Hingga akhirnya ketika adzan isya berkumdang, motor dan tentu saja dirinya baru sampai di garasi rumah. “Kluyuran enggak jelas. Enggak bisa apa sekali aja kamu diam di rumah?” Kali ini Arken mengalah. Ia terlalu bahagia dan tidak ingin merusak ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN