SEDANG BERADA DIPANGGILAN LAIN. Arken segera menekan icon berwarna merah sambil menghela nafasnya panjang. Diotaknya kini tengah bersarang pertanyaan siapa yang menelpon Laras saat ini? Matanya tak sengaja melihat ruang obrolannya dengan Laras. Tidak panjang, tidak butuh menggesek-geseknya dengan semangat untuk melihat chat pertama kali mereka. Malahan tanpa discroll, karena obrolan mereka hanya sedikit. Hanya berisi untuk Arken yang jangan lupa membawa piagam saat seleksi berkas dan perintah untuk Arken datang ke Aula. Tidak ada yang lain. Arken jadi sedih. Tidak seperti isi pesan Keenan dan Diandra yang isinya penuh dengan bentuk hati hingga emoticon bekas lipstik. “Lo telponan sama siapa, sih, Ras?” Sambil menunggu Laras selesai dengan telponannya, Arken menggeser layarnya untuk mel

