“Gue bodoh karena jatuh cinta sama lo tapi cuman gue yang jatuh lo enggak.” “Siapa bilang? Gue juga jatuh, Ken. Sampai-sampai gue enggak bisa ngelihat siapapun lagi selain lo!” “ARKENNNN!” Laras serta Arken sontak menoleh pandangan mereka kearah seorang perempuan yang berlari ke arah dimana kini mereka duduk. Wanita yang Laras ketahui bernama Selena itu langsung memeluk Arken—-terlalu dekat mungkin menurut Laras karena posisi wajah Selena yang hampir menyentuh leher Arken. “Ras, gue pergi dulu.” Selena tersenyum lebar. Wanita itu menggandeng Arken lalu berjalan keluar dari taman. Sebelum benar-benar pergi Selena sempat berteriak kepada Laras. “Kayak gue harus ngucap terima kasih sama temen lo yang baik hati itu ngasih tahu lo disini!” Laras tidak tahu harus memberikan ekspresi apa pa

