Setiap orang memiliki kesalahan. Itu hukum mutlak yang ada dunia. Baik disengaja ataupun tidak disengaja. Tidak ada manusia yang luput akan kesalahan. Seolah kesalahan adalah rantai yang terus mengikuti manusia. Maaf menjadi salah satu penebusnya. Tulus dan benar-benar ingin memperbaiki. Seorang gadis dengan almet ditangannya memasuki ke sekolah dengan tak besemangat. Beberapa siswa yang baru juga datang menyapa gadis itu yang dibalas dengan senyum seadaanya. “Rasss!” “Larasss!” “Rass!” “Apa, sih, Ken!?” “Ken? Arken? Lo pagi-pagi udah mikirin Arken?” ujar Diandra yang tadi berteriak memanggil Laras disusul dengan datangnya Calya dibelakang. Sejenak wanita itu menampilkan kerutan didahinya, namun sedetik kemudian wajahnya berubah menjadi bak setan yang menangkap manusia berbuat dosa,

