“Cal, pegangin tas gue. “Siap, bos!” “Dii, sepatu gue jangan ditepuk-tepuk gitu!” “Iya ndoro.” “Keenan mana? Tas make-up Kak Kiara sama dia ‘kan?!” “Keenan lagi parkirin mobil. Rame banget yang datang, susah nyari tempat parkir.” “Kebaya gue tadi mana, astaga—-“ “Ras, tenang!” seru Calya setengah berteriak membuat gema didalam kelas kosong yang kini mereka tempati. “Ini bukan lo banget sumpah, ribut-ribut enggak jelas kayak emak-mak,” ujarnya lagi yang kali ini membuat Laras terdiam. “Tenangin diri lo dulu, plis. Semua barang yang lo butuh udah ada, siap semua. Bukannya lo sendiri yang masukin tadi ke dalam bagasi mobil? Keenan yang bakal bawa kesini nanti, semuanya.” “Lo kenapa, sih, Ras?” tanya Diandra sambil membawa Laras duduk dibangku. Gadis itu mungkin gugup atau cemas, piki

