Lalapan - 43

2352 Kata

“Mau pulang apa mau makan dulu?” “Pulang aja. Udah gerah banget, nih.” “Tapi, gue lapar, Ras,” rengek Arken dengan wajah nelangsa. “Yodah ayok makan.” “Makan dimana?” tanya Arken sambil memutar-mutar kunci motornya. “Bakso Pak Min aja, dekat sini.” “Kalo lo enggak bilang ‘terserah’ sih, kayak kebanyakan betina? Malah langsung jawab,” ujar Arken berbalik menatap ke arah Laras. “Oke. Terserah.” “Cewek ribet banget, sih. Coba langsung tentuin tempatnya. Nanti diajak makan kemana, malah ngambek. Bilangnya enggak ngertiin.” “Duh! Jangan sampe sepatu hak tinggi gue nempel di muka lo, deh, Ken.” Laras menghentikan langkah kakinya yang sedari tadi berglematuk dilantai koridor sekolah, menghela nafas lega saat berhasil melepas sepatu laknat yang sedari tadi ia sumpah serapahi. Kakinya kera

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN