Pecel Lele - 54

1808 Kata

“Lo kenapa cengir-cengir gitu?” “Hah? Enggak kok,” ujar Arken cepat sambil membahasi bibirnya. Ia menggumpat dalam hatinya, hampir saja ia ketahuan memperhatikan gadis itu dari balik kaca spion motornya. “Lo kesurupan, gue terjang ya. Repot.” “Kalo terjang pake cinta mau kok.” Arken terkekeh. Laras mendengus, terlampau sangat-sangat bosan dengan gombalan lima ratusan itu. “Enggak denger, gue pake helm.” Sudut bibir Arken tertarik ketika mendengar ocehan Laras. Perasaannya yang semula seperti malam gelap, tak tentu arah, kini berubah layaknya malam yang dihiasi banyak kembang api.  “Lo ngapaian malam-malam gini keluar? Mau nongkrong?” tanya Laras. Walau keadaan mereka sedang tidak baik, namun Laras masih punya tata kerama pada orang yang bersedia mengantarkannya pulang. Setidaknya sed

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN