“Ini udah semua kan?” “Udah kayaknya,” kata Calya mengangguk-angguk. “Yaampun, punggung gue mau copot,” ujar Diandra sambil duduk dipinggiran koridor sekolah ketika telah selesai menurunkan semua barang-barang yang baru mereka beli dari mobil box ke ruangan Osis. Kretakkk... Kretakkk... “Gila, lo, Di. Habis ngapain lo sampe segitunya?” tanya Calya ngeri saat mendengar bunyi tulang Diandra ketika gadis itu menggerak-gerakannya. “Maklum, sih, jarang ngebabu jadi gini, deh.” “Minum dulu, Di. Cal.” Laras menyerahkan dua botol minuman dingin pada Diandra juga Calya yang ia ambil dari dalam ruang Osis. Anak-anak yang lain juga sedang beristirahat sambil mengademkan diri di koridor. “Gays! Mau minum ambil di kulkas ya!” seru Laras pada anggota yang menjadi panita dalam prokernya. “Siapp!”

