“Dii!” “Diandra!” “Apa?! Kamu mau bela temen kamu itu kan?!” seru Diandra sambil menghentikan langkahnya. Keenan akhirnya bisa menghela nafasnya ketika berhasil mengejar gadis itu, ia langsung menarik tangan kekasihnya ke salah satu bangku yang ada di koridor sekolah. “Duduk dulu,” ujar Keenan yang dibalasan dengusan Diandra. Tahu sekali gadisnya itu jika sudah kesal seperti apa. Manusia pun bisa dimakan hidup-hidup. “Kenapa? Kamu mau nyalahin aku?” tanya Diandra sambil melipat kedua tangannya, bibirnya dibentuk mengerucut. “Iya,” jawab Keenan santai membuat bola mata Diandra membulat. “Lho kamu kok langsung ngomong iya?! Basa-basi dulu kek bilang tindakan aku itu salah, enggak sopan. Ini malah langsung bilang iya?! Gimana, sih?!” seru Diandr menggebu-gebu membuat lekaki yang berada

