Jahe - 51

2010 Kata

“Enggak usah pake kerupuk!” “Ini nasi uduknya lo beli porsi kuli?!” “Bihunnya banyakin.” “Kenapa masih pake sambel, sih?” “Iya. Iya.” Arken menghela nafasnya, menuruti kemauan Laras. Memisahkan kerupuk, menyingkirkan sambel padahal tadi Arken sudah berpesan untuk tidak pake sambel namun entah karena Budhe penjualnya tidak mendengar atau tak fokus karena terlalu ramai, alhasil tadi Arken harus membujuk Laras untuk memakan nasi uduknya dengan berbagai cara. “Cerewet banget, pengen ikat pake karet gelang, deh,” guman Arken sengaja mengeraskan suaranya supaya Laras mendengar. Benar saja, ketika melihat Laras mengerutkan dahinya sambil menatap aneh ke arahnya, lelaki itu terkekeh. “Siapa suruh tadi ngotot nyuapin gue?!” ketus Laras memilih mengambil gelas berisi teh hangat, lalu meminumn

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN