Watermelon -28

1549 Kata

“Cal.” “Eumm.” “Ada orang gila baru.” “Oh, kalo itu udah lama gilanya.” Diandra dan Calya hanya geleng-geleng kepala saja saat melihat seorang wanita yang tengah meracik tiga mangkok bakso sambil tersenyum-senyum. Laras tidak tahu sedari tadi dia sudah dibicarakan oleh dua temannya, dibilang gila pula. Perempuan itu asik dengan dunianya sendiri. Bagaimana tidak? Perempuan itu meracik saos, kecap dan sambal sambil tersenyum-senyum. Awalnya Diandra kira di mangkok itu ada tayangan komedinya sehingga Laras bisa tersenyum tapi setelah ditanya dan tahu jawabannya Diandra dan Calya hanya menghela nafasnya panjang. “Plis, deh, Ras. Jangan menuh-menuhin rumah sakit jiwa.” “Arken pulang nanti sore,” ujar Laras. “Hah?” Laras sudah bucin stadium akhir teman-teman! “Gini, nih, kalo udah lam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN