“... jadi kalian harus mempersiapkan diri sebaik mungkin. Pemilihan akan digelar hari sabtu minggu ini. Peserta yang tak hadir akan didiskualifikasi.” “Hoamm—- aduhh, duhh!” “Lo dengerin enggak, sih, Ken?” tanya Laras pelan sambil memandang tajam ke arah Arken yang nampak tidak mendengarkan penjelasan dari panitia. “Auhh— auhh.” “Ngapain lo ngelolong kayak gitu?” “Lepasin tangan lo, Ras!” Laras sontak melepaskan tangannya yang masih berada di pinggang Arken. Gadis itu tersenyum kikuk lalu mengusap-usap pinggang lelaki itu berharap rasa sakitnya bisa menghilang. “Maaf, Ken.” “Ini elus juga, Ras,” ujar Arken keenakan sambil menujuk kepalanya. “Pukul bilang?!” seru Laras gemas. “Eh, enggak-enggak.” “Baiklah. Ibu rasa sudah cukup. Kami sebagai Panitia acara ini berharap semoga Acara Pe

