Martabak - 39

1446 Kata

Matahari pagi sudah terlalu tinggi. Bising kendaraan sudah terdengar bak irama lagu yang menghiasi hari, ditambah u*****n dan makian ketika harus mengantri melawati aspal. Macet. Senin pagi yang indah. “BANG MASIH LAMAAA?!” “Bentar lagi.” “Bentaran terus,” dumel Laras kesal sembari terus mengetuk-ngetuk sepatunya diatas lantai garasi rumanya. Gadis itu mengangkat tangan kirinya, matanya melotot tak percaya saat melihat jam hampir menunjukan pukul tujuh pagi. Gerbang sekolahnya ditutup pukul 07.15 namun karena upacara biasanya akan dipercepat beberapa menit karena harus menertibkan anak-anak untuk berbaris rapi dilapangan. “Bang gue naik angkutan umum aja, deh,” ujar Laras setengah berteriak, nadanya kentara sekali bahwa ia panik. Ketukan sepatunya semakin cepat, kantong kemihnya tiba-

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN