Epilog

1559 Kata

“Nomor yang ada tuju....” “Astaga, angkat, Ras!” Seorang laki-laki yang kini berada di kamarnya bergerak gusar, ponselnya terus menempel pada telingannya untuk menunggu panggilan terangkat. “Halo?” “Larass!” seru Arken senang saat mendengar suara gadisnya. “Ini siapa?” Apa?! Gadis itu melupakannya? “Ohh, manusia kadal,” jawab Laras sendiri yang lebih terdengar gumanan. “Jangan bilang lo belum siap-siap?” tanya Arken sambil mengambil kunci motornya yang berada nakas kamarnya. Pria itu kemudian keluar dari kamarnya. “Emang lo mau kemana, sih?” Arken mendengar suara grasak-grusuk seperti diatas kasur. “Kita,” ralat Arken, menekankan perkataannya. “Iya, mau kemana?” tanya Laras lagi. “Kita kan mau joging!” “Hah?” “Jangan bilang lo lupa.” “Gue lupa,” kata Laras dari sebrang sana d

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN