“Makasih.” Dibawah rintikan lebatnya hujan, Arken menatap punggung Laras yang berlari memasuki pagar rumahnya. Gadis itu sama sekali tak menoleh padanya, Arken terkekeh, Laras sudah mau pulang bersamanya saja itu sudah kebahagian luar biasa untuknya. Namun, apakah gadis itu tidak khawatir pada Arken yang sudah basah kuyup seperti ini? Gadis itu hanya mengucapkan terima kasih dan pergi meninggalkannya begitu saja tanpa berbasa-basi untuk mengajaknya masuk. Sebegitu bencinya kah Laras padanya? Arken tidak tahu sama sekali penyebab perubahannya Laras. Gadis itu seolah menjadi sosok yang baru Arken kenali, berubah sekali. Padahal kemaren malam gadis itu sudah memberi acc di proposal mengejar cinta Laras kembali, bukankah itu artinya gadis itu memberikan Arken kesempatan untuk memulai kembal

