“Nomor yang anda tuju—-“ “Astaga! Lo kemana, sih, Arken!?” Laras menghela nafasnya pendek, ponselnya yang baru saja ia gunakan untuk panggilan ditaruhnya sedikit keras diatas meja kantin. Jika Laras adalah salah satu anak dari pemilik perusahaan, mungkin ponsel itu sudah ia banting ke atas lantai. Demi apapun, Laras sangat kesal sekarang. “Enggak diangkat? Lo udah coba kirim pesan?” tanya Calya ikut kasihan melihat temannya. “Udah puluhan.” “Itu Diandra udah balik!” seru Calya sambil menujuk ke arah gadis berambut panjang yang berlari menuju ke meja mereka. “Arken enggak masuk sekolah.” Gadis itu baru saja menghampiri Keenan ke kelasnya untuk menanyai keberadaan Arken. “Serius, Di?” tanya Laras kaget. Gadis itu menutup kedua matanya mencoba untuk menghela nafasnya panjang dan menari

