"Janin Anda tidak kenapa-kenapa, tapi sebaiknya hindari benturan atau stress. Kandungan Anda masih sangat muda dan rawan," jelas sang dokter sambil menatap Moza dan Gio bergantian. "Tolong lebih perhatikan kondisi istri Anda, Pak." "Maaf, saya bukan suaminya, Dok. Suaminya sekarang sedang sakit. Saya akan sampaikan kalau dia bangun," potong Gio sambil mengangkat salah satu tangannya. Menatap dokter itu dengan serius. Hingga dokter itu terlihat malu dan pamit pergi. Tentu saja, Gio langsung mendapat cubitan keras di lengannya dari Moza. "Kau tidak perlu mengatakan itu." "Apa salahnya? Aku hanya mengatakan kebenarannya. Lain kali, jangan lakukan seperti tadi. Kau hampir membuatku takut. Bagaimana jika Darren menuntutku kalau janinmu kenapa-kenapa?" Gio mengusap dadanya dengan pelan. Dia

