Tidak ada yang peduli dengan acara pemakaman Zenith kemarin. Darren tidak ingin mengurusnya. Dia menyerahkan semuanya pada saudara Zenith, termasuk soal pemakaman. Dia juga tidak peduli soal Leon. Sekarang, yang dipikirkannya hanya Moza. Semuanya telah berakhir. Tidak ada lagi yang akan mengganggu mereka. Darren merasa sangat damai. Dia bisa memikirkan istri dan anak mereka. Pandangan Darren yang tengah mengamati langit-langit kamar, seketika beralih pada Moza yang kini tertidur pulas sambil memeluk tubuh telanjangnya. Dia menatap lekat wajah yang selalu membuat hatinya berdebar-debar. Bahkan saat dia lupa pun, Darren masih bisa merasakannya. Bidadarinya. Ibu dari anak-anaknya dan satu-satunya wanita yang akan terus dia cintai. Tangannya terulur merapikan rambut yang menghalangi. Meski

