Darren membawa semua pakaian yang telah dicuci oleh Moza ke halaman belakang. Mengangkat tiang jemuran dan membiarkan wanita itu menjemur pakaiannya di tempat yang tidak terlalu panas. Sementara dia memilih berpangku tangan dan bersandar di tembok. Darren tidak tahu apa yang dia lakukan saat ini. Niatnya yang ingin bersiap untuk bertemu dengan Richard, harus tertahan melihat Moza dan tanpa rencana apa pun, dia membantu wanita itu. Darren terusik dan tidak bisa mengenyahkan tatapan takut sekaligus terkejut, yang selalu terlihat setiap kali dia menghampiri wanita itu. Apa yang salahnya dengannya? Apa dia menyeramkan? Pertanyaan itu terus memenuhi isi kepala Darren. Dia tidak dapat berhenti berpikir apalagi mengalihkan pandangan. Matanya memerhatikan Moza dengan lekat. Setiap gerak-geriknya

