Moza tersenyum lebar mendapati wajah Darren begitu dia membuka mata. Ini terasa seperti mimpi. Seperti Darren, suaminya yang dulu telah kembali. Lelaki itu menjadi miliknya lagi. Moza tersenyum malu-malu saat teringat kegiatan semalam. Dia seperti melepas rindu. Darren juga sangat bersemangat, meski sebelumnya menolak mentah-mentah. Pada akhirnya, lelaki itu tidak dapat menolak saat dia telanjang dan menyerahkan diri. Moza tahu apa yang menjadi kelemahan suaminya dan sesuatu yang membuat Darren b*******h. Tangannya terulur menyentuh helaian rambut Darren dan mengecup lembut pipinya. Tindakan yang Moza lakukan, seketika berhasil membangunkan Darren. Lelaki itu membuka matanya dan menatapnya dengan wajah lugu khas bangun tidur. Moza menyambutnya dengan kecupan ringan di bibir. "Pagi, Sayan

