"Bagaimana sekarang? Apa kau sudah mengingatku?" Moza mencondongkan tubuhnya untuk lebih dekat mengamati Darren. Lelaki itu kini tengah meringis sambil memegangi jidatnya yang terluka karena ulahnya. Ah tidak, tentu saja karena ulah Darren sendiri yang malah mengajaknya main kejar-kejaran. Darren berusaha menghindarinya yang membawa vas, tapi malah berakhir menabrak pintu dengan keras. Moza tidak bisa membayangkan rasa sakitnya, saat melihat jidat Darren yang benjol dan memerah. "Tidak! Berhenti bertanya berulang kali, kepalaku sakit. Sial, semua ini ulahmu!" Darren mengumpat kasar sambil terus mendesis memegangi kepalanya yang terasa pusing. Namun ucapannya, malah berbuah tamparan keras di bibir. Membuat rasa sakitnya menjadi dua kali lipat. "Aww ... apa yang kaulakukan?" "Berhenti me

