NOW, IN HELL..... Elle sudah pergi 15 menit yang lalu. “Kau darimana?” “Main.” “Main? Apa kau tak punya jawaban yang lain?” Edna mengangkat bahunya, berusaha terlihat santai dan tak terpengaruh dengan pemandangan mengerikan yang tadi dilihatnya. Edgar yang mencium Elle. Mereka berdiri berseberangan dengan meja makan sebagai pemisah. Edgar bersidekap memandangnya, Edna mencengkram tepian meja. Mereka sama-sama melotot. Aku takkan memulai hubungan yang permanen jika kau terus berbohong kepadaku, Edna Aku takkan memberitahumu tentang anak kita jika kau tak mengaku cinta kepadaku, Edgar “Apa rasa bibirnya?” “Kau belum menjawabku, darimana kau?” “Apa dia pencium yang baik?” “Kau pergi bersama siapa? si dokter itu?” “Kalau tadi aku tak tiba-tiba datang, kau akan menyetubuhinya kan?”

