Bab 25 Aku menyandarkan punggung di dinding kamar. Membayangkan sahabatku itu punya rasa saja pada lelaki yang belum tiga jam melamarku itu membuat kepala berdenyut, apalagi kalau mereka pernah mengukir masa lalu bersama, dan terhalang karena sesuatu hal, makin menciptakan rasa bersalah di sudut hatiku. Sungguh, di mana kuletakkan kata my sister dan lamanya waktu kebersamaan itu andai ikatan pernikahan dilanjutkan? Ini bukan tentang sejarah saja yang berulang. Lebih kepada pengorbanan seorang yang telah membersemai saat-saat ter-down. Seseorang yang telah menggenggam tanganmu ketika sangat butuh sandaran. Seseorang yang telah menjadikanmu saudara saat kau tak dihargai. Bukankah hubungan suami istri bisa saja jadi mantan? Tapi hubungan saudara, terbawa sampai liang lahad? Teman memang g

