Bab 24 Bapak dan ibu menemani keluarga Nailah bercengkrama di bawah rumah. Setelah peristiwa jatuhnya bapak dari tangga, tempat itu telah kuperbaiki. Kamar, WC, dapur, ruang tamu, dan bale-bale di ruang terbuka, tersedia di sana. Namun, aku lebih senang beraktivitas di lantai atas. Melihat suasana kampung dan persawahan lewat jendela dari ketinggian dua meter, merupakan hiburan tersendiri buatku. Meski harap-harap cemas mendera, aku tetap fokus berkutat di dapur memasak bersama Rina, untung dia datang tepat waktu. Aku tak bisa bayangkan andai anak itu tak ada, entah bagaimana rasa masakanku. Nailah dan Azmi sibuk membantu menurutnya, ikut memotong sayur atau apalah, padahal lagi ngerecokin. Ah, biarlah yang penting dia happy. Sementara Langga—suami Rina— ikut bergabung bersama tamu

