Bab 32

1990 Kata

Bab 32 Di balik jendela, aku berdiri menatap punggung Abi Nailah memasuki roda empatnya, lalu melaju keluar jalan umum. Entah apa dalam pikirannya yang mulai aneh sejak kemarin itu, hingga tidak menurunkan tas, ponsel, bahkan Azmi dari mobilnya, mengakibatkan aku benar-benar sendiri semalaman. Aku berpikir ke toko setelah Avanza Veloz tak terlihat lagi, walau masih terlalu pagi, tak apa memanfaatkan waktu sebelum pulang, selain ingin mengabarkan keberangkatanku ke Pak Saleh, juga ada harap besar bertemu Reta. Biar bagaimanapun dia menyimpan marah kepadaku, diri tak mungkin melakukan sama. Betapa tak adil perjuangan kami dari nol, saat puncak hubungan ini berujung tak bahagia, apakah layak itu disebut sukses? “Kata abi, jam sepuluh nanti baru berangkat antar Umi dan Azmi, horee ... Nail

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN