Bab 16

1871 Kata

Bab 16 “Ummi!” Samar suara Azmi terdengar memanggil, di antara perdebatan Rina, Mas Rio, dan Marta. Adik yang lebih mudah dua tahun di bawahku itu lebih berani dibanding kakaknya yang memiliki kelemahan ini. Tungkai makin melemas melihat pandangan orang-orang terpusat pada kami. Masih sempat kulihat alis Abi Nailah terpaut merespon situasi, sebelum mata kelam itu menatapku dengan sorot penuh iba. Mungkin dia sudah menyadari, telah ikut terbawa fitnah. “Ummi!” Kembali Azmi berteriak. “Masuklah! Biar aku yang antar Azmi,” kata lelaki yang selalu berbaju koko panjang mengulang kalimatnya. Lalu membuka pintu depan dan meraih Azmi ke dalam gendongannya. Gegas aku menarik lengan Rina. Perdebatannya dengan dua makhluk egois, tak terlalu jelas kudengar. Yang ditangkap mata, d**a gadis yang be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN