Bab 17

2291 Kata

Bab 17 Tatap Mas Rio bagai magnet di wajahku, membuat kaki seketika kaku. Entah kenapa aku bersikap begitu, padahal diri ini merasa di posisi yang tak salah. Untung bapak dan papa calon mantan mertuaku masih serius dengan ceritanya, jadi tak memperhatikan suasana. Sementara belum menguasai pikiran, Rina menarikku masuk, bersamanya sudah ada Azmi dalam gendongan. “Kenapa bisa bapak bersama calon mantan mertua dan suamimu, Mbak?” tanya Rina sesampai di kamar, dengan kerutan alis di wajahnya. Tangannya cekatan melepas pakaian Azmi untuk mandi, waktu hampir menunjuk angka lima sore. Aku memindai setiap sudut kamar, meski Andi —adik ke empatku— yang menempatinya sekarang. Pengaturan tak ada perubahan. Foto pengantinku yang ukuran besar berbingkai, masih tergantung di atas kepala tempat ti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN