Aufar sedang duduk termenung di sebuah café seperti sedang menanti seseorang. Kali ini ayahnya meminta dirinya mengikuti sebuah perjodohan dengan anak dari sahabat sang ayah. Pandangannya tak teralihkan saat melihat seseorang yang sedari tadi dipikirannya begitu nyata ada dihadapannya saat ini dan langsung duduk dengan senyuman yang manis. “Ngapain kamu di sini?,” tanya Aufar mencoba menutupi rasa bahagianya. “Mama minta saya buat datang ke café ini ketemu seseorang,” terang Gia. “Tapi saya bisa bernapas lega ternyata anak dari om Arman teman mama itu adalah kakak,” tambah Gia lagi. “Baik ada dua pertanyaan yang mau saya ajukan pertama kenapa kamu bisa kenal papa saya dan yang kedua darimana kamu tahu kalau orang yang mau ketemu sama kamu itu adalah saya,” tanya Aufar serius. “Sa

