Akhirnya mereka sampai di rumah orang tua Ahmad. Gia terkejut melihat kediaman sang mertua yang bisa dikatakan mewah. Gia merasa canggung bahkan bertanya pada sang suami apakah ini benar-benar rumah mertuanya. Ahmad hanya tersenyum dan menarik lembut tangan sang istri sambil menggendong sang putri dan berjalan menuju pintu rumah. Saat hendak mengetuk, pintu rumah terbuka dan keluarlah seorang wanita paruh baya menyambut mereka sumringah. “Mantu mama udah datang maaf ya gak bisa jemput ke bandara soalnya lagi repot masak tadi,” sapa wanita itu pada Gia dan langsung memeluknya. “Ma, anak mama gak dipeluk juga,” protes Ahmad. “Bosen mama peluk kamu,” ujar wanita paruh baya. “Mama juga minta maaf gak bisa datang ke pernikahan kalian waktu itu karena semuanya dadakan tapi mama ikhlas dan

