Sean masih bisa mendengar teriakan semua orang ketika dirinya nekat melompat untuk memasuki kobaran api yang menyala-nyala. Bahkan rasa sakit di lengan dan d**a akibat dari cengkeraman Claud yang teramat kuat masih berkedut nyeri sampai sekarang. Kepalanya terasa pusing saat dia paksa untuk mengingat semua hal yang sudah terjadi. Napasnya masih terasa begitu berat, seolah ada ribuan debu yang berputar di sekeliling tubuhnya, siap untuk dihirup. Membuatnya sesak napas. Aroma hangus dan hawa panas seakan masih mengelilingi tubuhnya. Dia kembali melenguh saat sadar jika dirinya berada di rumah sakit. Apa yang sudah terjadi? Bagaimana dengan mama Okta? Ke mana semua orang? Pikiran-pikiran itu terlintas di kepalanya. Sean bahkan tak peduli saat kepalanya makin sakit saat dia berusaha untuk m

