14. 2

1242 Kata

Saat jarak mereka tinggal beberapa sentimeter, Sean meninju pipi kanan Joe hingga ia terhuyung ke sebelah kiri. Joe merasakan pipinya berdenyut-denyut dan menjadi bengkak. Sean memukulnya dengan sekuat tenaga, tak peduli jika di situ masih ada penjaga yang tadi mengejarnya mati-matian. Joe mengira jika setelah ini Sean akan semakin brutal menghajarnya. Joe pasrah. Dia tak akan marah atau balik membalas Sean. Mungkin dengan begitu, Joe bisa memaafkan kekhilafan dirinya pada Sean. "Itu karena lo udah berani menyakiti nyokap gue." Sean menatap dingin Joe. Bahkan Joe sendiri pun dapat merasakan betapa tajamnya mata itu memandangnya. "gue yang harusnya terbaring di rumah sakit, kan? Lo bermaksud melenyapkan gue, kan?" lanjut Sean. Joe dapat mendengar getaran pada suara Sean meskipun lelaki di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN