“Lo ... kenapa bisa sampai ada di sini lagi, Joe?” Joe menggigit kedua pipi bagian dalamnya saat Claud bertanya. Lidahnya kelu. Joe sibuk mengamati lantai di bawah kakinya dengan hampa. Benar. Apa yang sebenarnya sedang dia lakukan di tempat ini? Joe sama sekali tak menyangka jika Darius bisa secepat itu bertindak. Sial! Seharusnya kejadiannya tak seperti ini, kan? Seharusnya Joe bisa mencuci tangannya dengan sangat bersih, kan? Jean berjanji seperti itu padanya. Apakah sedari awal Jean memang mengetahui jika akhirnya hanya Joe-lah yang akan menjadi tumbalnya? “Claud ... apa lo masih percaya sama gue?” Claud membatu. Lelaki ini paling malas ditodong pertanyaan memusingkan seperti itu. Memangnya apa yang bisa dijadikan sebagai tolok ukur seseorang masih dapat dipercaya atau tidak oleh

