'Sial! Sudah berani dia menuduh aku seperti itu. Pasti ada yang tidak beres ini.' "Ka-kamu itu salah lihat! Mana mungkin aku lebih suka selimut tetangga untuk menghangatkan tubuhku daripada selimutku sendiri. Kamu itu sepertinya ngaco deh!" Rusly mencoba berkelit, tapi aku tidak semudah itu percaya kepada setiap ucapannya. "Oh, begitu. Baguslah jika perkataan kamu sangat bertolak belakang dengan kenyataannya di lapangan. Kamu kira aku ini laksana anak kecil yang sangat mudah kamu tipu." Aku sudah muak sebenarnya meladeni suamiku. Sudah berulang kali aku mematikan semua perkataannya. Toh juga dia selalu bersilat lidah dan tidak mau mengaku. "Semua tuduhan kamu itu tidak benar. Aku harap, lebih hati-hati atas semua ucapan kamu! Jangan sampai setiap perkataan kamu membawa malapetaka bagi

