Adam membawa Zafina ke rumah mereka, keadaannya masih sama seperti terakhir kali Zafina meninggalkannya. Lukisan dinding, hiasan rumah, serta figura pernikahan mereka masih terpajang di ruang keluarga. Zafina ingin menangis rasanya menginjakkan kaki kembali ke rumah ini, perasaannya seolah dicangkul lagi untuk mengingat semua kenangan yang pernah terjadi. Seorang perempuan menghampiri mereka, dia membawa seorang bayi laki-laki seumuran Aisyah dalam gendongannya. "Selamat sore, Pak Adam. Ini Den Yusufnya sudah mandi dan minum susu." Menyerahkan ke dalam gendongan Adam, kemudian dia ke belakang untuk menyiapkan minuman sebab Mbok Sri katanya sedang belanja bulanan. Adam menghadap Zafina yang masih tertunduk lesu, dia merasa amat sedih dengan situasi seperti ini. "A-aku mau pulang saja seb

