Bab 41. Gaya Bebek

1197 Kata

"Eh, kalau ngomong jangan sembarangan! Najis, aku izinin kamu jadi istri kedua Alex. Emangnya kamu mau, tiap hari aku jadiin pembantu di rumah? Ngepel, nyapu, masak, cuci piring?" Aku mulai naik darah mendengar permintaan Kinanti. Di mana otak bocil satu ini. Masih kecil udah ada niat buat jadi pelakor. Amit-amit nauzubillah. "Dih, Mbak, kejam amat?Aku kan cuma ---" "Cuma apa?" Kupelototi bocah belasan tahun itu. Bibirnya mengerucut, menyeruput jus jeruk yang ada di depannya. Aku mencoba menghela napas panjang agar tidak terpancing emosi. "Kinanti, kamu dengerin aku baik-baik, ya?" Aku mencoba berbicara lemah lembut lagi. Berharap kalau Kinanti tidak berpikir ingin memiliki Alex lagi. Ternyata sekarang aku harus lebih hati-hati dan waspada dalam menjaga keamanan suami. Kalau tidak ha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN