Bab 43. Tertawa Lepas

1222 Kata

Setelah mengunci pintu, aku bergegas ke ruang makan. Aku harap mama Erna langsung pergi, tidak mencari Alex lagi. Aku tidak mau kalau kondisi mama Alina yang baru saja lebih baik harus hancur lagi ketika bertemu dengan wanita yang telah merebut suaminya dulu. "Siapa yang datang, Yang?" tanya Alex ketika aku duduk di kursi sampingnya. "Bukan siapa-siapa. Tukang paket," jawabku sekenanya. Aku tidak mungkin menyebut nama mama Erna di depan mama Alina. Khawatir kondisinya memburuk lagi. Aku tidak mau itu terjadi. "Tukang paket? Emang kamu pesen paket apa?" Ck, punya suami rewel amat ya? Masa dia gak punya firasat kalau aku sedang menutupi sesuatu. Melirik mama Alina, wanita itu tengah menyantap makan malam dengan khusyu. "Lex, kalau makan jangan banyak bicara. Makan dulu, ya?" Aku lan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN