Bab 44. Datang Bulan

1120 Kata

"Yang, tadi gimana mama Erna? Kenapa dia pengen ketemu aku?" tanya Alex ketika kami sudah bersiap tidur. Aku dan Alex tengah berbaring di atas ranjang. Alex memiringkan tubuh memandangku. "Dia pengen nanyain, kenapa kamu kasih tau Erland soal pinjamannya ke Bank atas nama Erland. Katanya sekarang Erland marah ke dia," jawabku membalas tatapan lelaki yang sekitar wajahnya terdapat bulu-bulu tipis. Kalau dipikir-pikir, lebih baik Alex brewokan begini, dia jadi terlihat lebih dewasa. Alex mengubah posisi, telentang, menatap langit-langit kamar. "Aku yakin, sebentar lagi mereka akan diusir pergi dari rumah." "Kalau belum bayar angsuran, biasanya gitu. Aku juga bilang ke dia, kalau pengen temuin kamu jangan ke rumah ini lagi. Janjian aja di luar. Nah, tadi aku udah bilang, nyuruh dia temui

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN