Usai dari rumah sakit jiwa, aku dan Alex singgah sebentar di butik tempatku memesan gaun pengantin untuk akad nikah sekaligus resepsi. Sebelumnya aku ke sini bersama Erland. Tetapi sekarang justru bersama calon adik ipar. "Nanti boleh gak aku cobain dulu baju pengantin prianya. Badanku kan lebih atletis dari pada Kak Erland." Dia bilang atletis? Beuh pede amat. "Ya emang harus kamu cobain. Makanya aku ajak kamu ke sini," tukasku acuh. Sebenarnya mengajak Alex ke butik atas saran mamaku. Kalau mama tidak menyuruh, tidak akan kayak Alex ke sini. "Oh, jadi kamu ke sini khusus anterin aku? Alhamdulillah ternyata calon istri sangat besar cinta dan kasih sayangnya." Memukul bahu Alex, kesal karena ia terus menerus percaya diri. "Jadi orang pede banget sih? Malu-maluin tau!" Tadi saja wa

